RSS

BIARPUN DENGAN SEDIKIT PENGETAHUAN YANG KUDAPAT AKAN KU AJARKAN KEPADA TEMAN-TEMANKU

20 Nov
Cerita ini diambil dari kisah nyata ibu Hasnah (bendahara Kelompok SPKP Arisan B Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan.

PNPM BintanPada hari kamis siang itu hujan mulai rintik-rintik membasahi jalan, tak terasa waktu mulai jam 2 sore, rasa letih dibadan ku mulai terasa sekali Karena aku baru selesai mengemasi rumah dan mengumpulkan Koran Koran bekas untuk kujadikan kegiatan agar ibu-ibu arisan bisa menambah pengetahuan dan pengalaman, terutama untuk meningkatkan kehidupannya, aku berjalan pelan-pelan dan menggunakan payung agar badan tidak basah kuyup, rupanya setelah sampai didekat simpang sumpat, didalam tempat kegiatan ibu-ibu arisan sudah berkumpul untuk mempelajari kerajinan tangan yang telah aku tekuni yaitu kerajinan yang terbuat dari kertas Koran dimana Koran yang selalu kita baca dan kemudian berserakan diatas meja yang selalu mengganggu pemandangan memang terlihat sangat tidak berharga dan sering kita lihat berserakan digudang, maupun disamping meja tamu, yang membuat rumah menjadi berserakan dan nampak tidak terawat.

Aku mulai mengajarkan kepada ibu-ibu arisan petama-tama yang kita harus melakukan pemotongan kertas Koran dimana 1 halaman kertas Koran dapa di bagi empat, kemudian digulung menggunakan lidi, setelah digulung menggunakan alat bantu lidi kemudian di kasi lem kertas agar kertas Koran itu bisa terguling dengan lengket, dan selanjutnya ditarik lidinya, setelah ditarik lidinya jadilah kertas Koran itu seperti rotan kecil, setelah digulung menjadi seperti rotan kemudian mulai kita buat kerangka apakah kita ingin membuat guci, topi, maupun keranjang, jadi tergantung dengan selera ibu-ibu yang ingin membuat apa aja, Itu yang dijelaskan oleh seorang ibu yang mempunyai anak 4 ini bisa mengolah Koran bekas  menjadi hal-hal yang manarik dan mempunyai karya seni yang tinggi.

Menurut ibu maznah banyak yang bisa dapat kita manfaatkan dari Koran bekas ini, dengan memanfaatkan koran bekas ini menjadi sebuah peluang yang menguntungkan, menurut ibu haznah awalnya usaha ini Cuma mengisi waktu luang aja karena beliau hobby dalam membuat kerajinan, tetapi lama-kelamaan tetangga pun mau ikut belajar didalam membuat kerajinan ini sehingga sekarang menjadi kelompok SPKP Arisan B desa Pengudang.

Ibu maznah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai  pengetahuan tentang pembuatan kerajian dari Koran bekas, tetapi beliau rela mengajarkan  pengetahuannya untuk mengajarkan kepada para tetangga dan kelompok arisan untuk mempelajari kerajinan Koran bekas ini agar mayarakat bisa tahu cara membuat kerajinan dari Koran bekas ini supaya bisa menjadi penambahan didalam keuangan rumah tangga kata beliau

Usaha kerajinan Koran bekas ini tidak menggunakan banyak biaya, karena Koran bekas bisa kita temukan di rumah-rumah tetangga maupun kantor desa yang selalu berserakan di gudang, tetapi dengan menggunakan sedikit karya seni maka harga Koran bekas ini bisa dijual dengan harga tinggi, menurut ibu hasnah beliau menjual dengan dari Kisaran harga Rp. 1.000,- sampai dengan Rp. 80.000,- tergantung kesulitan dalam membuatnya, jika sulit maka harganya akan agak tinggi karena memakan kertas yang banyak dan lama untuk membuatnya.

hal yang tak disangka-sangka bahwa sampai sekarang ini kelompok spkp di desa pengudang sampai sekarang ini sudah mulai membuat kerajinan Koran bekas ini setiap seminggu dua kali yaitu pada hari rabu dan kamis.

Ibu hasnah tidak bosan-bosannya mengajarakan kerajinan ini kepada masyarakat desa pengudang supaya jika sudah memahami dengan ahli maka kualitas pekerjaan nya pun bagus dan rapi. Kita harus banyak membuatkan supaya kualitasnya makan bagus dan makin banyak orang-orang untuk membeli kerajinan ini.

Ibu hasnah berharap agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan terus menerus agar kegiatan kerajinan Koran bekas ini bisa menjadi survenir desa pengudang, jadi jika orang yang datang kedesa pengudang tidak lupa untuk membeli survenir ini jika pengunjung sudah pulang daerahnya ingat selalu desa pengudang yaitu dengan memandang kerajinan tangan ini kata buk hasnah sambil tersenyum

Ditulis Oleh:

Zulkifli, Fasilitator Kecamatan Teluk Sebong

 
Leave a comment

Posted by on November 20, 2013 in Good Practices, Kec. Teluk Sebong

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: